Pages

Senin, 24 Februari 2014

MAGETAN KOTA TERCINTA

MAGETAN
Apakah kalian tau MAGETAN? Banyak orang jika saya bertanya apakah anda tau magetan pasti sebagian besar dari mereka mengatakan " tidak tahu",tetapi ada sebagian orang lagi menyangka jika magetan adalah kabupaten madiun, memang magetan dan madiun memiliki jarak dekat tapi magetan bukan lah madiun. Kabupaten Magetan, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur Indonesia. Ibukotanya adalah Magetan. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Ngawi di utara,  dan Kabupaten Madiun di timur, Kabupaten Ponorogo, serta Kabupaten Kranganyar dan Kabupaten Wonogiri (keduanya termasuk provinsi Jawa Tengah). Bandara Iswayudi, salah satu pangkalan utama Angkatan Udara RI di kawasan Indonesia Timur, terletak di kecamatan Maospati. Kabupaten Magetan terdiri atas 19 kecamatan, yang terdiri dari 208 desa dan 27 kelurahan. Kabupaten Magetan dilintasi jalan raya utama Surabaya-Madiun-Yogyakarta dan jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa, namun jalur tersebut tidak melintasi ibukota Kabupaten Magetan. Satu-satunya stasiun yang berada di wilayah kabupaten Magetan adalah Stasiun Barat terletak di wilayah Kecamatan Barat. Gunung Lawu(3.265 m) terdapat di bagian barat Kabupaten Magetan, yakni perbatasan dengan Jawa Tengah. Di daerah pegunungan ini terdapat Telaga Sarangan(1000 m dpl), salah satu tempat wisata andalan kabupaten ini, yang berada di jalur wisata Magetan-Sarangan-Tawangmangu-Karanganyar. Magetan dikenal karena kerajinan kulit (untuk alas kaki dan tas), anyaman bambu, rengginan, dan produksi jeruk pamelo (jeruk bali) serta krupuk lempengnya yang terbuat dari nasi.

Obyek wisata Magetan


Prosesi Labu Sesaji
Beberapa obyek wisata terkenal di Kabupaten Magetan yang sedang dikembangkan adalah:

  • Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous. Gunung Lawu adalah sumber inspirasi dari nama kereta api Argo Lawu, kereta api eksekutif yang melayani Solo Balapan-Gambir.
    Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.
    Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit: Candi Sukuh dan Candi Cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Suharto.

    Pendakian


    Tugu Hargo Dumilah, Puncak tertinggi Gunung Lawu
    Gunung Lawu sangat populer untuk kegiatan pendakian. Setiap malam 1 Sura banyak orang berziarah dengan mendaki hingga ke puncak. Karena populernya, di puncak gunung bahkan dapat dijumpai pedagang makanan.
    Pendakian standar dapat dimulai dari dua tempat (basecamp): Cemorokandang di Tawangmangu, Jawa Tengah, serta Cemorosewu, di Sarangan, Jawa Timur. Gerbang masuk keduanya terpisah hanya 200 m.
    Pendakian dari Cemorosewu melalui dua sumber mata air: Sendang (kolam) Panguripan terletak antara Cemorosewu dan Pos 1 dan Sendang Drajat di antara Pos 4 dan Pos 5.
    Pendakian melalui Cemorokandang akan melewati 5 selter dengan jalur yang relatif telah tertata dengan baik.
    Pendakian melalui cemorosewu akan melewati 5 pos. Jalur melalui Cemorosewu lebih nge-track. Akan tetapi jika kita lewat jalur ini kita akan sampai puncak lebih cepat daripada lewat jalur Cemorokandang. Pendakian melalui Cemorosewu jalannya cukup tertata dengan baik. Jalannya terbuat dari batu-batuan yang sudah ditata.
    Jalur dari pos 3 menuju pos 4 berupa tangga yang terbuat dari batu alam. Pos ke4 baru direnovasi,jadi untuk saat ini di pos4 tidak ada bangunan untuk berteduh. Biasanya kita tidak sadar telah sampai di pos 4.
    Di dekat pos 4 ini kita bisa melihat telaga Sarangan dari kejahuan. Jalur dari pos 4 ke pos 5 sangat nyaman, tidak nge-track seperti jalur yang menuju pos 4. Di pos2 terdapat watu gedhe yang kami namai watu iris(karena seperti di iris).
    Di dekat pintu masuk Cemorosewu terdapat suatu bangunan seperti masjid yang ternyata adalah makam.Untuk mendaki melalui Cemorosewu(bagi pemula) janganlah mendaki di siang hari karena medannya berat untuk pemula.
    Di atas puncak Hargo Dumilah terdapat satu tugu.
  • Telaga Sarangan yang juga dikenal sebagai telaga pasir ini adalah sebuah telaga alami yang terletak di kaki Gunung Lawu, di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Berjarak sekitar 16 kilometer arah barat kota Magetan. Telaga ini luasnya sekitar 30 hektar dan berkedalaman 28 meter. Dengan suhu udara antara 18 hingga 25 derajat Celsius, Telaga Sarangan mampu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya.
    Telaga Sarangan merupakan obyek wisata andalan Magetan. Di sekeliling telaga terdapat dua hotel berbintang, 43 hotel kelas melati, dan 18 pondok wisata. Di samping puluhan kios cendera mata, pengunjung dapat pula menikmati indahnya Sarangan dengan berkuda mengitari telaga, atau mengendarai kapal cepat. Fasilitas obyek wisata lainnya pun tersedia, misalnya rumah makan, tempat bermain, pasar wisata, tempat parkir, sarana telepon umum, tempat ibadah, dan taman.
    Keberadaan 19 rumah makan di sekitar telaga menjadikan para pengunjung memiliki banyak alternatif pilihan menu. Demikian pula keberadaan pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai suvenir telah memberikan kemudahan kepada pengunjung untuk membeli oleh-oleh. Hidangan khas yang dijajakan di sekitar telaga adalah sate kelinci.
    Magetan juga tertolong dengan adanya potensi industri kecil setempat yang mampu memproduksi kerajinan untuk suvenir, misalnya anyaman bambu, kerajinan kulit, kerajinan sepatu, dan produk makanan khas seperti emping melinjo dan lempeng (kerupuk puli, yaitu kerupuk dari nasi).
    Telaga Sarangan juga memiliki layanan jasa sewa perahu dan becak air. Ada 51 perahu motor dan 13 becak air yang dapat digunakan untuk menjelajahi telaga.
    Telaga Sarangan memiliki beberapa kalender event penting tahunan, yaitu labuh sesaji pada Jumat Pon bulan Ruwah, liburan sekolah di pertengahan tahun, Ledug Sura 1 Muharram, dan pesta kembang api di malam pergantian tahun.
    Pemkab setempat tengah membuat proyek jalan tembus yang menghubungkan Telaga Sarangan dengan obyek wisata Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar. Proyek pelebaran dan pelandaian jalan curam yang menghubungkan dua daerah tersebut diharapkan selesai tahun 2007.
    Obyek wisata ini dapat ditempuh dari Kota Magetan; dan lokasinya tak jauh dengan Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu (Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah).
    Pemkab Magetan juga ingin mengembangkan Waduk Poncol (sekitar 10 kilometer arah selatan Telaga Sarangan) sebagai obyek wisata alternatif.
  • kerajinan gamelan patihan karangrejo
  • Telaga Wahyu
  • Candi Sadon
  • Candi Simbatan (Beji)
  • Puncak Lawu
  • Air Terjun Pundak Kiwo
  • Air Terjun Tirtasari
  • Argo Dumilah
  • Taman Ria Maospati
  • Manunggal
  • Pemandian Dewi Sri
  • Gerbang Kadipaten Purwodadi
  • Cemorosewu
  • Mojosemi Camping Ground
  • Sumber Clelek Driyorejo 
SMPN 1 MAGETAN,
Itu adalah Sekolah Menengah Pertama yang didirikan pada 5 September 1946 di Kabupaten Magetan, tepatnya di Jl.Kartini no.4. Smp 1 magetan adalah smp favorit,  jadi banyak siswa Sekolah Dasar yang berminat meneruskan pendidikan ke sekolah ini. 


  Pada tahun 2007, SMPN 1 Magetan menjadi sekolah RSBI yaitu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Hal itu menjadikan sistem pembelajarannya menjadi sedikit berbeda. Antara lain menggunakan Bahasa Inggris pada kelas khusus, menggunakan Projector, fasilitas wifi, dsb. Kurikulumnyapun juga berbeda. Tetapi sangat disayangkan, tahun ini semua yang berhubungan dengan RSBI dihilangkan. Padahal sebentar lagi SMPN 1 Magetan akan menghilangkan huruf 'R' pada RSBI alias menjadi SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). 
Sebenarnya dengan adanya RSBI banyak sekali keuntungan yang bisa didapat, saya merasakan benar keuntungan tersebut, saya lebih lancar menggunakan bahas inggris, IPTEK saya dan kawan kawan jauh lebih tinggi dibandingkan siswa yang tidak menggunakan kurikulum RSBI di sekolahnya.Walau RSBI telah di hapus tetapi SMPN 1 magetan masih tetap menduduki peringkat pertamanya menjadi smp favorit di magetan.
Setelah saya menuntut ilmu di smp satu magetan kurang lebih sudah 2 tahun lebih, banyak sekali kenangan yang tak terlupakan, banyak sekali kisah yang telah terurai. saya bangga bisa menjadi bagian dari smp 1 magetan saya berharap SMP 1 magetan dapat menjadi smp yang lebih baik lagi dari sekarang, dan dapat mencapi VISI dan MISI yang telah di buatnya. 
Ini adalah VISI & MISI SMP 1 Magetan :

" UNGGUL DALAM PRESTASI DI JIWAI IMAN DAN TAQWA BERWAWASAN GLOBAL "



 VISI

1. Unggul dalam pengembangan kurikulum bertaraf Internasional;

2. Unggul dalam SDM tenaga pendidik yang bertaraf Internasional;

3. Unggul dalam proses pembelajaran yang bertaraf Internasional;

4. Unggul dalam prestasi akademik dan non akademis yang bertaraf Internasional;

5. Unggul dalam kelulusan yang bertaraf Internasional;

6. Unggul dalam IPTEK;

7. Unggul dalam IMTAQ;

8. Unggul dalam sarana prasarana pendidikan yang memenuhi sekolah bertaraf Internasional;

9. Unggul dalam sistem penilaian yang bertaraf Internasional;

10. Unggul dalam manajemen sekolah bertaraf Internasional;

11. Unggul dalam pembiayaan sekolah bertaraf Internasional.





  MISI 
1. Melaksanakan pengembangan kurikulum tingkat satuan; pendidikan plus ke Internasionalan;
2. Melaksanakan peningkatan professional guru dan kompetensi TU;
3. Melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan basis ICT;
4. Mecetak peserta didik unggul dalam prestasi akademik dan non akademik;
5. Mencetak kelulusan yang bertaraf Internasional;
6. Mencetak kelulusan yang unggul dalam IPTEK;
7. Mencetak kelulusan yang beriman dan bertaqwa;
8. Terpenuhinya sarana prasarana pendidikan yang bertaraf Internasional;
9. Mempercayakan system penilaian dengan menggunakan ICT;
10. Melaksanakan managemen sekolah yang terstandar pada ISO 9001 : 2008;
11. Pembiayaan sekolah berasal dari pemerintah dan di tunjang dari masyarakat.